Profile

JIKA ditinjau dari perkembangan information’s communications and technology saat ini begitu cepat, maka segala aspek kehidupan masyarakat terus bergerak sejalan dengan perkembangan infomasi dan teknologi (IT), sehingga masyarakat yang pengetahuannya cukup akan tertinggal juga kalau melek IT tersebut.

Sadar akan perkembangan kedepan dengan daya saing yang ketat, Yayasan Guahira Community membentuk pusat kegiatan belajar masyarakat dengan melatih dan menggali potensi masyarakat yang baik untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, keterampilan dalam bidang IT maupun dalam bidang lain sesuai dengan hobi dan bakat masyarakat.

Dengan demikian, pusat kegiatan masyarakat sebagai center dimana warga masyarakat yang baik dapat mengikuti kegiatan-kegiatan pendidikan non formal sesuai dengan potensi yang dimilikinya akan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk mencapai kesejahteraannya.

APA DAN SIAPA?

Guahira Community adalah yayasan atau lembaga non pemerintah yang berawal dari sebuah kelompok bejalar beberapa siswa, dan orang-orang yang peduli dan ingin membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar di kampung Matangglumpangdua Meunasah Timu sejak 2002.

Kami bekerja di tingkat lokal (kampong, kecamatan dan kebupaten) dengan menempatkan masyarakat yang baik sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia yang lebih maju dan berkompeten.

Guahira selalu menyelenggarakan program kegiatan secara gratis berkat swadaya masyarakat dan bekerja sama dengan lsm, pemerintah kabupaten dan provinsi untuk mengadakan pelatihan ketrampilan, training dan kesempatan belajar bagi masyarakat kurang mampu.

Kami adalah sebuah komunitas yang secara rutin menjalin relasi dan berjuang untuk meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik.

HISTORY

Tak dapat dipungkiri, konflik Aceh telah menghancurkan seluruh sendi kehidupan masyarakat Aceh. Ditambah lagi dengan status darurat militer dan darurat sipil, puluhan ribu telah menjadi korban, dunia pendidikan hancur, hilangnya kesempatan kerja, aktivitas ekonomi tidak berjalan dan rakyat hidup di bawah garis kemiskinan.

Konflik juga telah  menimbulkan luka sosial yang cukup dalam bagi masyarakat Aceh. Dampak konflik ini tentu membawa kerugian besar bagi masyarakat Aceh dan bangsa Indonesia di masa mendatang. Yang sangat disayangkan, anak-anak Aceh harus membayar mahal dan nyawa sekalipun demi pendidikannya ditengah status darurat militer dan sipil. Tentu hal ini menjadi beban psikis dan truma yang mendalam bagi anak-anak Aceh dalam melakukan aktifitas pendidikannya.

Mengingat akan dampak yang mengerikan itu, Zulfahmi ST, sarjana yang baru menyelesaikan S1 di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh pada 2002 melakukan mediasi dengan pelajar-pelajar di kampungnya dengan membentuk sebuah kelompok belajar di rumahnya, yaitu di kampung Matangglupangdua Meunasah Timu, Kecamatan Peusangan, Bireuen—Kabupaten Bireuen merupakan salah satu daerah konflik yang paling parah.

Kelompok belajar pun dimulai dari rumahnya di ruang tamu keluarga. Peserta yang tergabung dalam kelompok belajar itu adalah siswa-siswa SMA dari keluarga dekat dan tetangga dekat di sekitar rumahnya. Dari kelompok belajar ini terkumpul 18 orang, 8 perempuan dan 10 laki-laki dan dibagi menjadi dua kelompok yaitu laki dan perempuan dan diberi nama kelompok belajar ‘Azkia Cerdas’.

Konsep kelompok belajar bersama ini adalah sharing berbagai ilmu pendidikan formal seperti penambahan belajar bahasa inggris dan arab dan juga belajar komputer yang telah khusus disiapkan untuk menarik minat belajar. Berbekal satu unit komputer Pentium I MMX kelompok belajarpun berjalan. Tak hanya itu, Zulfahmi juga melengkapinya dengan sebuah pustaka mini hasil koleksi buku dan majalah koleksinya untuk dibaca oleh kelompok belajarnya dan dipinjamkan untuk dibawa pulang.

Seiring berjalannya waktu dan status darurat militer berubah ke darurat sipil kelompok belajar ini berjalan tampa hambatan, dan anggotanya malah bertambah karena respon positif dari masyarakat gampong terus mengalir. Tak hanya itu, tempat belajarnya pun tak lagi memungkinkan di dalam rumah karena tak akan leluasa bila ada anggota yang mau pinjam buku atau mau belajar komputer. Akhirnya pertengahan tahun 2003, tempat belajar dipindahkan ke sebuah kedai bekas jualan keluarga Zulfahmi yang dibangun pada 1990 di depan rumahnya.

Setelah direnovasi secara kreatif kedai bekas itu jadi mirip sebuah gua karena langit-langitnya ditambal secara daur ulang dari bekas kantong zak semen. Berpindahnya tempat kegiatan ke tempat yang lebih luas, bebas dan nyaman berubah pula nama kelompok belajar ‘Azkia Cerdas’  menjadi ‘Guahira Community’ atau komunitas Guahira. Nama itu dipilih karena tempat belajar yang baru mirip sebuah gua karena langit-langitnya bergelombang dan berwarna sama seperti stalakmit di dalam gua sebenanya.

Setelah kolompok belajar berubah menjadi sebuah komunitas yang besar karena anggota terus bertambah dari kampung-kampung lain di Kecamatan Peusangan melului network anggota komunitas Guahira disekolah masing-masing. Bertambahnya anggota baru berkat dua program unggul yang dihasilkan komunitas, yaitu program belajar komputer dan IT dan kedua program mendirikan pustaka kampong—program ini berawal dari pustaka mini kumpulan buku koleksi pribadi Zulfahmi. Kegiatan ini berlangsung secara swadaya anggota komunitas dan masyarakat  untuk saling melengkapi sesuai kemapuan, mulai dari sumbang iuran listrik, sumbangan buku bekas hingga mendapat bantuan ratusan judul buku-buku langka dari Alm Zulkifli, pemilik toko buku ‘Pustaka Almuslim’. Dari sinilah cikal-bakal berdirinya Taman Baca Masyarakat Guahira pada tahun 2007.

Dari dukungan yang mengalir dari berbagai pihak dan masyarakat gampong Meunasah Timu komunitas harus dikuatkan oleh suatu badan hukum untuk kemudahan masa yang akan datang dalam menjalin kerja sama dengan pihak donatur.  Tepat pada tanggal 20 Desember 2003 komunitas Guahira resmi menjadi Yayasan Guahira Community berdasarkan Akte Notaris Abdullah Ismail, SH. dengan NOMOR:15.HT.20.12-TH.2003. Setelah menjadi lembaga legal dan berbadan hukum, komunitas Guahira mulai beranjak ke sekolah-sekolah di Kecamatan Peusangan untuk membuat program tryout tingkat SMP dan SMU. Untuk kalangan mahasiswa, komunitas Guahira bekerja sama dengan UKM kampus Universitas Almuslim Peusangan di Kabupaten Bireuen untuk mengadakan berbagai pelatihan, training, workshop komputer dan IT dll. Berawal dari berbagai pelatihan tersebut menjadi cikal-bakal Guahira training center atau pusat kegiatan belajar masyarakat pada tahun 2007.

Pascamusibah tsunami melanda tanah Aceh Desember 2006, tak hanya membawa kedamaian di Aceh. Melalui BRR NAD-NIAS, Yayasan Guahira Community mendapat bantuan pendirian Taman Baca Masyarakat (TBM) lewat Satker Revitalisasi dan Pengembangan Kebudayaan NAD.  Bantuan gedung TBM yang dibangun BRR berkat keberhasilan komunitas Guahira dalam mengembangkan pustaka mini kelompok belajar menjadi pustaka kampung. Gedung pun dibangun di atas lahan seluas ±208 m2 yang dihibah oleh keluarga H. Zulkifli Hanafiah kepada Yayasan Guahira Community di jalan Jangka Gampong Meunasah Timu Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen. Pada Rabu tanggal 11 Juli 2007, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen, Drs. Muhammad Isa, meresmikan Taman Bacaan Masyarakat Guahira di kampung Matangglumpangdua  Meunasah Timu Kecamatan Peusangan. Taman Bacaan Masyarakat Guahira ini pun menjadi TBM pertama di Kabupaten Bireuen.

Pada 2007, Yayasan Guahira mendapat bantuan komputer sebanyak lima unit dari Pemeritah Aceh berkat program unggulan belajar komputer dan IT gratis. Dari hasil program ini Yayasan Guahira Community terus berfokus pada pelatihan komputer dan IT gratis, kemudian program ini menjadi Guahira Training Center sebagai pusat kegiatan belajar masyarakat.

Kini Yayasan Guahira Community memiliki aset gedung dan tanah seluas ±208 m2 atas nama Yayasan Guahira Community. Gedung itu, selain berfungsi sebagai perpustakaan juga ada mini lab komputer dan juga sebagai pusat administrasi kantor dan berbagai aktifitas kegiatan lainnya.

TUJUAN

Segala kegiatan yang kami lakukan mengarah pada tujuan-tujuan berikut:

  • Sebagai pusat kegiatan belajar masyarakat untuk saling berbagi dan mediasi berbagai kegiatan pembelajaran masyarakat yang diarahkan pada pemberdayaan potensi untuk menggerakkan pembangunan di bidang sosial, ekonomi dan budaya.
  • Memperluas kesempatan warga masyarakat khususnya yang tidak mampu untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap mental yang diperlukan untuk mengembangkan diri sehingga mampu menguasi information’s communications and technology disegala bidang pekerjaan saat ini.

PROGRAM

1. GUAHIRA TRAINING CENTER

Keberhasilan program pemerintah maupun swasta dalam pelaksanaan pembangunan selalu ditentukan oleh sumber daya manusianya. Keberadaan sumber daya manusia merupakan modal yang berharga bagi pembangunan di segala bidang apalagi saat ini dunia serba digital. Agar keberadaan sumber daya manusia benar-benar dapat mendukung segala bentuk lapangan kerja, maka diperlukan suatu usaha untuk meningkatkan kualitas manusianya.

Sebagai suatu lembaga kegiatan  belajar yang berbasis masyarakat (Community Based) dan kelembagaan (Institution Based) dibentuk dan diselenggarakan dengan prinsip dari, oleh, dan untuk masyarakat, secara kelembagaan mempunyai program sebagai berikut;

  • Melalui Guahira Training Center, masyarakat dapat memperoleh layanan belajar dan memperoleh berbagai jenis keterampilan yang digunakan untuk memperbaiki kehidupan mereka.
  • Sebagai tempat berkumpulnya berbagai potensi yang  berkembang di masyarakat, artinya bahwa Guahira Training Center menjadi wadah dalam membagi berbagai potensi (life skill) yang ada dan berkembang, sehingga menjadi suatu sinergi yang dinamis dalam pemberdayaan masyarakat itu sendiri.
  • Sebagai pusat informasi bagi masyarakat yang ingin meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya, serta nilai-nilai tertentu bagi masyarakat yang membutuhkannya.

2. TAMAN BACA MASYARAKAT

Secara geografis kampung Meunasah Timu berbatasan dengan kota Matangglumpangdua ibukota Kecamatan Peusangan. Kota terkenal dengan wisata kuliner ‘sate matang’ adalah kota gersang nan sempit dan padat penduduk tidak memiliki akses ruang publik. Dengan kondisi tersebut sangat diperlukan sebuah tempat yang nyaman untuk anak-anak bertemu, mengobrol, berdiskusi, atau sekedar menghabiskan waktu.

Dengann kondisi seperti itu Yayasan Guahira memamfaatkan TBM Guahira untuk menyediakan tempat nongkrong yang bermamfaat dengan menyediakan berbagai fasilitas untuk pelajar dan anak-anak untuk menarik minat baca sejak dini. Berikut program taman baca masyarakat sebagai ruang publik hasil memodifikasi antara kebudayaan lokal dan pola modern.

  • Menyediakan fasilitas akses internet (hotspot).
  • Melakukan pengaturan ruangan yang nyaman untuk bersantai sekaligus membaca.
  • Melakukan pengembangan inovasi dalam pelayanan, dengan cara: pembuatan  kartu anggota yang menarik dan administrasi peminjaman dan pengembalian buku secara komputerisasi.
  • Mengumumkan daftar koleksi buku baru.
  • Merencanakan penyediaan fasilitas multimedia untuk menyelenggarakan nonton bareng bersama para masyarakat (khususnya anak-anak) secara periodik.
  • Melaksanakan program pemilihan pembaca teladan yang telah membaca buku terbanyak dan dapat menceritakan isinya.

PENDANAAN

Donasi dikumpulkan secara terus menerus baik dari sumbangan resmi maupun sumbang-sumbangan pribadi. Keuangan digunakan secara transparansi untuk biaya operasional dan seluruh kegiatan yang berlangsung secara continue.

Untuk terus berlangsungnya kegiatan sosial ini mohon kami mohon dukungan anda dalam setiap kesempatan untuk terus bisa memberikan yang terbaik bagi mereka yang belum mampu untuk medapatkan yang terbaik.

THANK TO

Guahira Community mengucapkan terima kasih sedalam-dalamnya kepada contininiu ;

  • Ayahanda H. Zulkifli Hanafiah
  • Ibunda (Alm) H. Zubaidah, MA
  • Bapak Zulfahmi Zulhan, ST
  • Bapak (Alm) Zulkifli (pemilik took buka pustaka Almuslim)
  • Pemkab dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen.
  • Pemerintah Aceh.
  • BRR Nad-Nias.

Dan terima kasih juga kepda keluarga dan warga masyarakat Peusangan Kab Bireuen yang tak mungkin bisa disebutkan satu-persatu.

ALAMAT

Jln. Jangka No 130 a Desa Matangglumpangdua Meunasah Timu.

Peusangan – Bireuen 24261

Aceh. Indonesia

Telepon

(0644) 41457

Email

info@guahira.com

REKENNING BANK

Bank BNI cabang Bireuen

Rekening. 0110564836

Atas nama ‘Yayasan Guahira Community’